Sabtu, 13 April 2019

makalah Bahasa Indonesia ; Tanda Baca

BAB 1 : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sering kali kita mendengar orang-orang Indonesia menggunakan bahasa yang tidak baku dalam kegiatan—kegiatan tidak resmi atau menggunakan kata serapan yang salah, bahkan dalam  penulisan  tanda  baca pun  masih salah, sehingga menyebabkan kesalahan makna.
Maka dari itu dalam  makalah ini, penulis akan memaparkan bagaimana penggunaan tata bahasa yang benar tentang kata serapan dan tanda baca. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia telah membuat keputusan nomor 0543a/U/1987, tanggal  09 September 1987, dicermatkan pada rapat kerja ke-30 Panitia kerja sama Kebahasaan di tugu, tanggal 16-20 Desember 1990 dan  Majelis Bahasa Brunei Darussaalam, Indonesia, Malaysia, di Bandar Seri Begawan, tanggal  4-6 Maret 1991, tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Berarti adanya keseriiusaan dari pihak pemerintah tentang Ejaan dan  Tata Bahasa Indonesia yang harus kita terapkaan.
B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tanda baca?
2. apa saja jenis-jenis dari tanda baca ?
3. Bagaimana fungsi-fungsi dari jenis-jenis tanda baca tersebut?
4. bagaimana contoh-contoh dari tanda baca ?
C. Tujuan Penulisan
1. untuk mengetahui pengertian Tanda baca.
2. Untuk  mengetahui jenis-jenis tanda baca.
3. Untuk mengetahui Fungsi dari jenis-jenis tanda baca.
4.  Untuk mengetahui contoh-contoh penggunaan tanda baca.
BAB II : PEMBAHASAN
A. Pengertian Tanda Baca
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan  dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu  bahasa, melainkan untuk menunjukan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembicaraan. Aturan  tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembangh. Beberapa aspek  tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.
Pengertian tanda baca secara umum adalah tanda yang digunakan dalam sistem ejaan. Adapun  pengertian tanda baca menurut para pakar yaitu :
1. Drs. Abdullah
Tanda baca adalah tanda yang digunakan dalam  menjelaskan  maksud  penulis agar informasi disampaikan  tanda serah terima oleh pembaca.

2. Dr. Gorys Keraf
Tanda baca adalah tanda-tanda atau gambar-gambar yang menggambarkan unsur-unsur suprsemental dalam  tutur unntuk memudahkan pembaca dalam mengikuti jejak bahasa (Buku Komposisi : halaman 13)

3. Prof. Dr. Dp. Tampubolon
Tanda baca ialah lambang tulisan yang dipergunakan penulis untuk melambangkan berbagai aspek bahasa lisan yang bukan buyi-bunyi bahasa (fonem-fonem) ( Kemampuan  Membaca Teknik Membaca Efektif dan Efisien : halaman 33).

Dari beberapa pendapat pakar diatas maka dapat disimpulkan bahwa tanda baca adalah  yang tidak berhubungan dengan  fonem pada suatu bahasa, melinkan bereperan dalam  struktur dan organisasi suatu  tulisan.

B. JENIS-JENIS TANDA BACA DALAM BAHASA INDONESIA
1. tanda Titik ( . )
Fungsi dari tanda ini adalah sebagi penutup dari sebuah kalimat.
2. Tanda Koma ( , )
Fungsi dari tanda ini adalah memisahkan beberapa bagia dari sebuah kaliimat.
3. Tanda Kurung  ( ( ) )
Merupakan tanda baca yang berfungsi untuk menandai keterangan tambahan dalam suatu kalimat.
4. Tanda Petik Tunggal ( ‘ ‘ )
Berfungsi untuk menandai istilah tertentu dalam sebuah kalimat.
5. Tanda petik Dua ( “ “ )
Berbeda dengan tanda petik tunggal, tanda petik dua ini berfungsi menaandai pernyataan langsung dala kalimat langsung atau juga dalam percakapan.
6. Tanda Seru ( ! )
Berfunngsi untuk penutup sekaligus penegas bagi suatu kalimat imperatif / kalimat perintah.
7. Tanda Tanya ( ? )
Tanda tanya berfungsi untuk memperkuat kalimat introgatrif atau kalimat tanya.
8. Tanda Hubung ( - )
Seperti namanya, ini merupakan tanda untuk menghubungkan bebrapa unsur tertentu dalam kata atau kalimat. Seperti menghubungkan kata ulang, dan sebagai penghubung bagian kalimat dengan bagian kallimat yang terpaksa dipindah kalimat selanjutnya.
9. Tanda Titik Dua ( : )
Tanda ini berfungsi sebagi penutup suatu kalimat, yang  selanjutnya akan diikuti oleh sejumlah perincian dari kallimat tersebut.
10. Tanda Titik Koma ( ; )
Tanda ini berfungsi sebagai pemisah dari dua perincian dalam satu kalimat. Tanda baca ini juga bisa digunakan sebagai pengganti kata  dan .

11. Tanda Elipsis ( ... )
Berfungsi sebagai penanda adanya kallimat yang dipotong atau dihilangkan.
12. Tanda Kurung  Siku atau Kurawal ( [ ] )
Berbeda dengan tanda kurung biasa, tanda kurung ini fungsinya adalah penanda adanya bagian yang dikoreksi dari suatu kallimat.
13. Tanda Miring  ( / )
Selain pengganti kata atau , tanda baca ini biasa dipakai dalam penulisan nomot surat, alamat, dan penanda periode tahun tertentu.
14.  Tanda Baca Penyingkat ( Penyingkat) ( ‘ )
Tanda ini penanda adanya bagian yang hilang dalam suatu kata atau builaangan tahun.

C. FUNGSI DARI BEBERAPA TANDA BACA

1. Tanda Penyingkat (Apostrof)
Tanda apostrof  disebut juga tanda penyingkat. Menurut Oxford English Dictionary , kata ini berasal dari Yunani “ he apostropos (prosodia)”  yang  artinya  peniadan bunyi dalam ucapan. Menurut EYD, tanda apostrof  merupakan tanda baca yang menggunakan alfabet latin (tertentu) dengan menunjukan penghilangan bagian kata atau bagian  angka  tahun. Tanda apostrof di simbolkan  dengan (  )  yaitu pada tanda petik tunggal dan  juga dengan simbol prima, meskipun memiliki fungsi berbeda.

Contoh penggunaan tanda apostrof  menurut  EYD diantaranya :
a. Sebagai penghilang bagian kata
·         Senja ‘lah datang  (‘lah  = telah)
·         Ibu ‘kan kukabari (‘kan = akan)

b. Sebagai penghilang bagian  tahun
·         11 Juli ’66 (’66 = 1966)
·         Pembukaan UUD ’45 (’45 = 1945)

2. Tanda Titik Dua ( : )
Adalah tanda yang dipakai pada akhir pernyataan yang lengkap pemerincian atau penjelasan.

     A . Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti rangkaian atau pemerian (deskripsi)
    
Misalnya :
·         Kita sekarang memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari
·         Hanya ada dua pilihan bagi para pejuang kemerdekaan: hidup atau mati.


Catatan :
            Tanda titik dua tidak dipakai jika rangkaian atau pemerian (deskripsi) itu merupakan pelengkapan yang mengakhiri pernyataan.
Misalnya:
·         Kita memerlukan kursi, meja, dan lemari.
·         Fakultas itu mempunyai jurusan ekonomi umum dan jurusan ekonomi perusahaan.

B . Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemberian.
Misalnya:
·          Ketua : Ahmad Wijaya
                        Sekretaris    : Siti Aryani
                        Bendahara   : Aulia Arimbi

·         Tempat            : Ruang Sidang Nusantara
                        Pembawa Acara : Bmbang S.
                        Hari, Tanggal : selasa, 28 Oktober 2008
                        Waktu : 09.00-10.30

C . Tanda titik dua dapat dipakai dalam naskah  drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Misalnya:
            Ibu : “Bawa kopor ini, Nak!”
            Amir : “Baik, Bu.”
            Ibu : “Jangan lupa. Letakkan baik bai!”

D . Tanda titik dua dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) bab dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit buku acuan dalam karangan.

Misalnya:
            Horison, XLIII, No. 8/2008: 8
            Surah Yasin: 9
            Dari Pemburu ke Terapeutik: Antologi Cerpen Nusantara   
            Pedoman Umum Pembentukan Istilah Edisi Ketiga. Jakarta:
            Pusat Bahasa

3. Tanda Petik Tunggal ( ‘ ‘ )
Ialah tanda petik yang digunakan secar berpasangan dan biasanya disebut secar spesifik.

a)         Terdapat petik tungal dipakai untuk terdapat didalam petikan lain.
Misalnya:
            Tanya dia, “Kau dengar bunyi ‘kring kring’ tadi?”
            “Waktu kubuka pintu depan, kudengar teriak anakku,
            ‘Ibu, Bapak pulang’, dan rasa letihku lenyap seketika,”
            Ujar Pak Hamdan.

b)         Tanda petik tunggal dipakai untuk mangapit makna kata atau ungkapan
            Misalnya:
            Terpandai                    ‘paling pandai
            Retina                          ‘dinding mata sebelah dalam’
            Mengambil langkah ‘lari pontang panting’

c)         tanda petik tunggal dipakai untuk mengapit makna, kata, atau ungkapan bahasa daerah atau bahasa asing.
Misalnya :
Feed-back                   ‘balikan’
Dress reshearsal           ‘geladi bersih’
Tadulako                     ‘panglima’

4. tanda petik ( “   “ )
a. tanda petik digunakan untuk mengapit petikan langsung yang berasal daripembicaraan, naskah, atau bahas tertulis.
Misalnya :
Pasal 36 UUD 1945 menyatakan “ Bahasa negara ialah bahasa Indonesia”
Ibu berkata, “ paman berangkat besok pagi”

b) tanda petik dipakai untuk mengapit judul puisi, karangan, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.
Misalnya :
Sajak “Pahlawanku” terdapat pada halaman 5 buku ittu.
Saya sedang membaca “ Peningkatan Daya Mutu Kualitas Ikan Cupang”

c) tanda petik untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus.
Misalnya :
Pekerjaan itu dilaksanakan dengan cara “coba dan ralat” saja.
Dia bercelana panjang yang dikalangan remaja dikenal dengan nama “Cutbrai”.

Catatan
1. tanda petik penutup mengikuti tanda baca yang mengakhiri petikan langsung.
Misalnya :
Kata dia “saya juga mau satu”
Dia bertanya “apakah say boleh ikut?”

2. tanda baca penutup kalimat atau bagian belakang tanda petik yang mengapit kata atau ungkapan yang dipakai dengan arti khusus pada kalimaat atau bagian kalimaat.
Misalnya :
Bang Komar sering disebut “Pahlawan”, ia sendiri tidak tahu sebabnya.
Karena kulitnya kuning kecoklatan, ia dijuluki “Si Sawo Matang”

3. tanda petik pembuka dan tanda petik penutup sebagai pengganti paada pasangan tanda petik itu dituulis sama tinggi disebelah atas baris.

4.Tanda petik dapat digunakan sebagai pengganti idem atau sda (sama dengan diatas) atau kelompok kata diatsnya dalam penyajian yang berbentuk daftar.
Misalnya :
Zaman  bukan jaman
Asas    “          azas
Plaza    “          plasa
Jadwal “          jadual
Bus      “          bis




BAB III : PENUTUP

A. kesimpulan 
Tanda baca adalah simbol yang tidak tidak berhubungan dengan fonem (suaara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menu njukan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berebeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang.  Secara aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

B. Saran
Kami menyadari akan banyak sekali kekurangan dari  makalah ini. Maka dari itu kami membutuhkan kritik dan saran yang membangun ini menyempurnakan makalah kami ini. Karena keterbatasan dan kekurangan pengetahuan kami atas materi yang kami sediakaan.
  
















DAFTAR  PUSTAKA 

PERMENDIKNAS nomor 46 tahun 2009 : Pedoman Umum Ejaan Yang Disempurnakan.
TIM GRASINDO, 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta : Kompas Gramedia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar