Sabtu, 13 April 2019

makalah Sejaarah Peradaban Islam : Dinasti Umayah

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Sejarah kebudayaan islam merupakan catatan, peristiwa, atau kejadian tentang hasil budaya manusia di masa lampau yang dijiwai oleh ruh islam yang bersifat materiil maupun non materiil. Sejarah kebudayaan islam terbagi dalam beberapa periode. Namun di sini kita hanya akan membahas islam pada masa Bani Umayyah Di Damaskus.
            Masa Bani Umayyah di Damaskus selama kurang lebih 91 tahun. Dimulai dari kejayaan sampai keruntuhannya. Banyak khalifah yang terlibat pada Masa Bani Umayyah ini sehingga banyak berbagai macam persoalan yang timbul. Untuk itu, materi yang akan dibahas ini meliputi politik dan pemerintahan serta peradaban dan kebudayaan islam pada Masa Bani Umayyah
B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana asal mula Bani Umayyah ?
2.      Bagaimana proses terbentuknya Bani Umayyah ?
3.      Jelaskan kemajuan-kemajuan pada masa Bani Umayyah ?
4.      Apa yang menyebabkan runtuhnya Bani Umayyah ?







BAB II
PEMBAHASAN

A. Asal Mula Bani Umayyah
            Bani Umayyah diambil dari nama Umayyah, kakeknya Abu Sofyan bin Harb atau moyangnya Muawiyah bin Abi Sofyan. Umayyah hidup pada masa sebelum islam, ia termasuk bangsa Quraisy. Daulah Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan dengan pusat pemerintahannya di Damaskus dan berlangsung selama 90 tahun (41-132 H / 661-750 M).
            Muawiyah bin Abi sufyan sudah terkenal siasat dan tipu muslihatnya yang licik, dia adalah kepala angkatan perang yang mula-mula mengatur angkatan laut, dan ia pernah dijadikan sebagai amir “ Al-Bahar”. Ia mempunyai sifat panjang akal, cerdik cendekia lagi bijaksana, luas ilmu dan siasatnya terutama dalam urusan dunia, ia juga pandai mengatur pekerjaan dan ahli hikmah.
            Muawiyah bin Abi Sufyan dalam membangun Daulah Bani Umayyah menggunakan politik tipu daya, meskipun pekerjaan itu bertentangan dengan ajaran islam, ia tidak gentar melakukan kejahatan. Pembunuhan adalah cara biasa asal maksud dan tujuannya tercapai.
            Daulah Bani Umayyah yang berpusat di Damaskus, telah diperintah oleh 14 orang khalifah. Namun diantara khalifah-khalifah tersebut, yang paling menonjol adalah : khalifah Muawiyah bin abi Sufyan, Abdul Malik bin Marwan, Walid bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz dan Hisyam bin Abdul Malik.
B. Proses Terbentuknya Bani Umayyah
            Pemerintah Bani Umayyah dinisbatkan kepada Umayyah bin Abd Syams bin Abdi Manaf. Beliau adalah seorang tokoh penting di tengah Quraisy pada masa jahiliyah. Beliau dan pamannya Hasyim bin Abdi Manaf selalu bertarung dalam memperebutkan kekuasaan dan kedudukan.
            Setelah islam datang, pertarungan menduduki kekuasaan ini menjelma menjadi sebuah permusuhan yang transparan dan terbuka. Bani Umayyah melakukan perlawanan terhadap Rasulullah dan dakwahnya, sedangkan Bani Hasyim mendukung Rasulullah dan mengikutinya. Bani Umayyah tidak masuk islam kecuali setelah tidak ada jalan lain kecuali mereka harus masuk islam. Hal ini terjadi setelah penaklukan kota Mekah.
            Pemerintah Umayyah berdiri setelah khalifah rasyidah yang ditandai dengan terbunuhnya ali Bin Abi Thalib pada tahun 40 H / 661 M. Pemerintahan Bani Umayyah dihitung sejak Hasan bin Ali menyerahkan kekuasaan pada Muawiyah bin Abi Sufyan pada tanggal 25 Rabiul Awwal 41 H / 661 M.
            Adapun raja-raja yang berkuasa pada Dinasti Umayyah ini berjumlah 14 antara lain :
1.         Muawiyah 1 bin Abi Sufyan (41-61H/661-680M)
2.         Yazid bin Muawiyah (61-64H/680-683M)
3.         Muawiyah II bin Yazid (64-65H/683-684M)
4.         Marwan bin Hakam (65-66H/684-685M)
5.         Abdul Malik bin Marwan (66-86H/685-705M)
6.         Al-Walid bin Abdul Malik (86-97H/705-715M)
7.         Sulaiman bin Abdul Malik (97-99H/715-717M)
8.         Umar bin Abdul Aziz (99-102H/717-720M)
9.         Yazid bin Abdul Malik (102-106H/720-724M)
10.       Hisyam bin Abdul Malik (106-126H/724-743M)
11.       Al-Walid II bin Yazid (126-127H/743-744M)
12.       Yazid III bin Walid (127H/744M)
13.       Ibrahim bin Malik (127H/744M)
14.       Marwan II bin Muhammad (127-133H/744-750M)
C. Kemajuan-Kemajuan Pada Masa Bani Umayyah
            Pada masa pemerintahan Bani Umayyah tepatnya pada masa kekuasaan abdul Malik ibn Marwan banyak terjadi perubahan dan perkembangan, baik dibidang kenegaraan, ekonomi, ilmu pengetahuan dan bidang-bidang lainnya. Seperti kenegaraan dibentuk organisasi-organisasi yang diatur secara rapi. Organisasi-organisasi kenegaraan tersebut meliputi :
a)      An-Nizham Asy-Siyasiy, yaitu organisasi yang diubah dari sistem demokrasi menjadi sistem monarki terdiri atas Al-Kitabah (sekretaris) dan Al-Hijabah (pengawal khalifah).
b)      An-Nizham Al-Idariy, yaitu organisasi yang mengurus bidang tata usaha kenegaraan.
c)      An-Nizham Al-Maliy, yaitu organisasi yang mengurusi bidang keuangan negara.
d)     An-Nizham Al-Harbiy, yaitu organisasi pertahanan dengan tugas mempertahankan negara atau wilayah dan mengadakan ekspansi daerah kekuasaan Islam.
e)      An-Nizham Al-Qadhiy, yaitu organisasi yang bergerak dibidang kehakiman dan pengadilan.
Munculnya istilah-istilah administrasi kenegaraan tersebut setelah mengalami perubahan bahasa dari bahasa Yunani dan Pahlawi menjadi bahasa Arab yang masuk islam untuk menyempurnakan pengetahuan mereka tentang keislaman dituntut untuk pandai berbahasa arab. Abdul Malik juga mengubah mata uang yang dipakai di daerah-daerah yang dikuasai islam. Sebelumnya mata uang yang berlaku adalah mata uang Bizantium dan Persia, seperti Denarius menjadi Dinar dan Diram atau Draehme menjadi Dirham.
Di bidang pembangunan, masjid-masjid pertama diluar semenanjung Arabia didirikan Katedral St. John di Damaskus diubah menjadi masjid Di Al-Qudsi (Jerusalem), Abdul Malik membangun masjid Al-Aqsha dan monumen terbaik yang bernama Qubbah As-Sakhr (Dome of the Rock).
Sepanjang perjalanan kekuasaannya, dinasti Umayyah telah banyak membuat kemajuan dalam berbagai bidang. Pembangunan berjalan pesat, baik dalam segi dakwah maupun pembangunan material. Diantara kemajuan-kemajuan yang dicapai pada masa itu antara lain :
1.         Bidang Administrasi Pemerintahan
Prestasi pertama yang diperoleh Bani Umayyah terdapat dalam bidang demokrasi pemerintahan. Tradisi melakukan pencacahan jiwa penduduk dan system pengiriman surat menyurat yang teratur. Sistem perpajakan di organisasikan dengan sangat baik, karena merupakan sumber pendanaan paling besar dari kekhalifahan yang makin rumit.
2.         Perluasan Daerah
            a.)        Gerakan Ke Timur
Kearah timur sampai ke sungai Ammu Darya dari sana gerakan mereka sampai ke daerah-daerah dengan berbahasa Turki dan bahasa Persia. Pada tahun 723 M pasukan muslim berhasil pula memasuki kawasan India.
           
b.)        Gerakan Ke Utara
                        Gerakan ke utara terutama dalam menundukkan konstatinopel ibukota        Romawi Timur.
            c.)        Gerakan Ke Eropa
Di daratan Afrika Utara pasukan Islam yang telah berhasil menduduki Mesir di zaman Umar dilanjutkan terus oleh Khalifah Al-Walid dari Bani Umayyah. Di bawah Amir Maghribi, Musa berhasil menaklukan kota lama Kartago untuk seterusnya memasuki daerah suku bangsa Berber di Maghribi. Kartago merupakan bekas kota indah di zaman romawi dengan bangunan indah diperbukitan pantai Libia menghadap ke Laut Tengah.         
3.         Kemajuan Di Bidang Ilmu Pengetahuan
Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, ilmu pengetahuan berkembang pesat, baik bersumber Al-Qur’an maupun yang bersumber dari akal manusia. Ilmu-ilmu yang berkembang itu diantaranya :
·         Ilmu Tafsir Al-Qur’an
·         Ilmu Hadits atau Ulumul Hadits
·         Ilmu Qira’atil Qur’an
·         Ilmu Tata Bahasa
·         Ilmu Kimia yang berasal dari orang Yunani
·         Ilmu Kedokteran
·         Ilmu seni, baik arsitektur maupun yang lainnya
·         Ilmu Sejarah



4.         Kemajuan Di Bidang Pemerintahan
Di bidang pemerintahan, Bani Umayyah telah membentuk berbagai lembaga negara beserta peraturan perundangannya, seperti pencatatan korp pegawai pemerintah, pembentukan pemerintah pusat dan daerah yang tidak hanya sampai tingkat provinsi melainkan sampai kedistrik-distrik, pembentukan lembaga pengadilan lembaga pertahanan dan keamanan negara.
5.         kemajuan Di Bidang Ekonomi
Di bidang ekonomi mereka menggalinya dari berbagai sector, seperti pertanian, perdagangan, dan industri. Karena itu, pemerintah mampu membiayai pembangunan gedung-gedung nan megah, pembangunan sarana dan prasarana untuk umum secara lengkap.
6.         Kemajuan Di Bidang Dakwah
Dakwah umat islam hanya berkembang di jazirah arab saja mereka telah sampai ke Tingkok, India, Benua Afrika dan Eropa. Mereka berdakwah melalui berbagai jalur seperti jalur pendidikan, sosial budaya, dan dengan menulis buku-buku agama. Khalifah Umar bin Abdul Aziz membangun masjid Nabawi menjadi lebih indah, megah dan luas, berkat bantuan arsitek yang dikirim dari romawi. Begitu pula Khalifah Walid bin Abdul Malik sempat membangun masjid Damaskus menjadi indah dan megah. Masjid itu dibangunnya bersamaan dengan pembangunan kota Damaskus, Masjid Agung Damaskus bukti kemegahan Dinasti Umayyah.
7.         Kemajuan Di Bidang Seni Budaya            
Berbagai bidang ilmu seni juga turut berkembang pada masa itu, seperti seni arsitektur, seni lukis, seni sastra, dan sebagainya.

D. Keruntuhan Bani Umayyah
            Beberapa hal yang menyebabkan runtuhnya Bani Umayyah adalah sebagai berikut :
1.)        Sistem pergantian khalifah melalui garis keturunan adalah sesuatu yang baru (ibid’ah) bagi tradisi islam yang lebih menekankan aspek senioritas. Pengaturannya tidak jelas, ketidakjelasan sistem pergantian khalifah ini menyebabkan terjadinya persaingan yang tidak sehat di kalangan anggota keluarga istana.
2.)        Latar belakang terbentuknya Bani Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik yang terjadi di masa Ali. Sisa-sisa Syi’ah (para pengikut Abdullah bin Saba’ Al-Yahudi) dan Khawarij terus menjadi gerakan oposisi, baik secara terbuka seperti di masa awal dan akhir maupun secara tersembunyi seperti di masa pertengahan kekuasaan Bani Umayyah
3.)        Pada masa kekuasaan Bani Umayyah, pertentangan etnis antara suku Arabia Utara (Bani Qays) dan Arabia Selatan (Bani Kalb) yang sudah ada sejak zaman sebelum islam makin meruncing. Perselisihan ini mengakibatkan para penguasa Bani Umayyah mendapat kesulitan untuk menggalang persatuan dan kesatuan.
4.)        Lemahnya pemerintahan daulat Bani Umayyah juga disebabkan oleh sikap hidup mewah di lingkungan istana sehingga anak-anak khalifah tidak sanggup memikat beban berat kenegaraan tatkala mereka mewarisi kekuasaan. Di samping itu, para ulama banyak yang kecewa karena perhatian penguasa terhadap perkembangan agama sangat kurang.
5.)        Penyebab langsung tergulirnya kekuasaan dinasti Bani Umayyah adalah munculnya kekuatan baru yang dipelopori oleh keturunan al-abbas ibn Abd al-Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari Bani Hasyim dan kaum mawali yang merasa dikelas duakan oleh pemerintahan Bani Umayyah.
6.)        Memecat dan mengganti orang-orang dalam jabatannya dengan orang-orang yang disukai saja padahal pengganti itu tidak ahli.

















BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
            Dinasti Umayyah berdiri pada tahun 661M -750M. Meskipun dinasti ini kurang dari satu abad, tetapi capaian ekspansi sangat luas. Pada masa Bani Umayyah terjadi pergantian sistem kekhalifahan kepada sistem kerajaan (Monarchi Absolut) dan pergantian pusat pemerintahan dari Madinah ke Damaskus. Bani Umayyah membentuk semacam dewan sekretaris negara (Diwan al-kitabah) untuk mengurus berbagai urusan pemerintahan. Periode Bani Umayyah dapat dibagi menjadi 3 masa : permulaan, kejayaan dan keruntuhan. Masa permulaan ditandai dengan usaha-usaha Muawiyah meletakkan dasar-dasar pemerintahan dan orientasi kekuasaan, kejayaan Bani Umayyah dimulai pada masa pemerintahan Abdul Malik. Dia dianggap sebagai pendiri daulah Bani Umayyah kedua, pemerintahannya termasyhur seperti halnya pemerintahan Orthodox yaitu pemerintahan Abu Bakar dan Umar. Sepeninggalnya Umar II kekhalifahan mulai melemah dan akhirnya hancur.
            Pada masa Bani Umayyah sudah muncul berbagai pemikiran keagamaan seperti syi’ah, khawarij, Murji’ah. Mu’tazilah, disamping jabariyah dan qadariyah yang sebelumnya sudah ada. Selain itu banyak bermuncul para cendekiawan muslim besar seperti Hasan al-Basri, Washil bin Atha’ dan lain-lainnya dan sebagian besar sudah mengenal filsafat yunani yang mempengaruhi pola pikir mereka.




DAFTAR PUSTAKA




Tidak ada komentar:

Posting Komentar